Minggu, 09 Desember 2012

KHUTBAH JUM’AT


KHUTBAH JUM’AT

Tiga Kenikmatan Hidup

Oleh Mujib Edikara, M.Pd.I

 

 

Maisyiral Muslimin Rahimakumullah

Setiap manusia, apalagi sebagai muslim kita tentu  mendambakan kehidupan yang menyenangkan di dunia ini, bahkan kalau perlu seolah-olah dunia ini menjadi milik kita. Untuk bisa merasakan kehikmatan hidup di dunia ini, ada tiga perkara yang harus dicapai oleh seorang muslim, hal ini disebutkan dalam hadits Nabi:

Barangsiapa yang di pagi hari sehat badannya, tenang jiwanya dan dia mempunyai makanan di hari itu, maka seolah-olah dunia ini dikaruniakan kepadanya (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

 

Maisyiral Muslimin Rahimakumullah

Badan yang sehat merupakan suatu kenikmatan tersendiri bagi manusia yang                            tidak ternilai harganya. Apa artinya harta yang berlimpah dengan mobil yang mahal harganya, rumah yang besar dan bagus, kedudukan yang tinggi dan segala sesuatu yang sebenarnya menyenangkan untuk hidup di dunia ini bila kita tidak sehat. Oleh karenanya kesehatan bukan hanya harus dibanggakan dihadapan orang lain, tapi yang lebih penting lagi adalah harus disyukuri kepada yang menganugerahkannya, yakni Allah Swt.

Maisyiral Muslimin Rahimakumullah

Syukur dalam arti selalu menjaga kesehatan tubuh , mengatur segala keseimbangan yang diperlukan serta mau  memanfaatkan kesehatan jasmani dengan segala kesegaran dan kekuatannya untuk melakukan berbagai aktivitas yang menggambarkan pengabdian kita kepada Allah Swt.

Namun yang amat disayangkan dan ini diingatkan betul oleh Rasulullah Saw adalah banyak manusia yang lupa dengan kondisi kesehatannya. Saat sehat ia tidak mencegah kemungkinan datangnya penyakit, tidak memenuhi hak-hak jasmani dan tidak menggunakan kesehatannya  untuk melakukan aktivitas pengabdian kepada Allah SWT,  Rasulullah Saw bersabda:

 

Ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang (HR. Bukhari).

 

Maisyiral Muslimin Rahimakumullah

Kedua, yang harus dicapai seorang Muslim agar bisa merasakan kenikmatan dunia adalah……kita harus memiliki Jiwa yang tenang.

Apa artinya manusia memiliki jiwa yang sehat bila jiwanya tidak tenang, bahkan badan yang sakit sekalipun tidak menjadi persoalan yang terlalu memberatkan bila dihadapi dengan jiwa yang tenang,  Jiwa yang tenang adalah  modal yang besar untuk bisa sembuh dari berbagai penyakit.

Jiwa yang tenang adalah jiwa yang selalu berorientasi kepada Allah Swt, karena itu,…… orang yang ingin meraih ketenangan hidup, ia harus  jalani kehidupan ini dengan segala aktivitasnya hanya karena Allah, dengan ketentuan yang telah digariskan Allah dan hanya untuk meraih ridha dari Allah Swt.

Maisyiral Muslimin Rahimakumullah

 

Dengan demikian, sumber ketenangan hidup bagi seorang muslim adalah keimanan kepada Allah Swt dan ia selalu berdzikir kepada Allah dengan segala aplikasinya, Allah Swt berfirman QS AR Ra’du ayat 28
t

artinya: Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram (tenang) dengan mengingat Allah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenang (QS 13:28).

Maisyiral Muslimin Rahimakumullah

Oleh karena itu, keimanan kepada Allah yang merupakan sumber ketenangan akan membuat seorang muslim merasa senang untuk mendapatkan beban-beban

berat dan tidak ada kegelisahan sedikitpun di dalam hatinya dalam menjalankan tugas-tugas yang berat itu. Abu Na’im dan Ibnu Hibban  meriwayatkan bahwa para sahabat Nabi bahu membahu membawa satu persatu batu bata yang besar untuk membangun masjid. Tapi Ammar bin Yasir justeru membawa dua tumpukan batu bata besar. Ketika Nabi melihatnya, beliau membersihkan debu dari kepala Ammar sambil bersabda: “Wahai Ammar, tidakkah cukup bagimu untuk membawa seperti yang dilakukan para sahabatmu?”. Ammar menjawab: “Saya mengharapkan pahala dari Allah”. Lalu Nabi bersabda: “Sesungguhnya Ammar memiliki keimanan yang penuh dari ujung rambut sampai ke ujung kakinya atau tulangnya”.

Maisyiral Muslimin Rahimakumullah

Seseorang yang memiliki jiwa yang tenang , seandainya kematian akan menjemput dirinya, keimanan kepada Allah dengan segala aplikasinya tidak akan membuat orang tersebut  takut kepada kematian, bahkan ia akan sambut kematian itu dengan jiwa yang tenang pula, Allahpun memanggilnya dengan panggilan yang menyenangkan: Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS 89:27-30).


 

Dengan demikian, jiwa yang tenang membuat kehidupan manusia bisa dijalani dengan sebaik-baiknya dan akan memberi manfaat yang besar, tidak hanya bagi dirinya tapi juga bagi orang lain, sedangkan kematiannya justeru akan menjadi kenangan manis bagi orang yang hidup dan ia akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki dengan masuk ke dalam surga dengan segala kenikmatan yang tiada terbayangkan.

 

    

الخ    با رك الله  لى ولكم فى القران العظيم

وقل رب  اغفر وارحم وانت خير الراحمين

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar